Dapatkan 3000 ebook sudah rapih hanya dengan satu kali klik
loading...

Suzanne Collins -3- Mockingjay

Suzanne Collins -3- Mockingjay
AKU menunduk memandang sepatuku, memperhatikan lapisan tipis debu di atas kulit usang itu. Di sinilah letak ranjang yang kutiduri bersama adikku, Prim. Di ujung sana ada meja dapur. Reruntuhan cerobong asap membentuk tumpukan batu gosong, memberikan petunjuk di mana bagian-bagian lain dari rumah ini. Bagaimana lagi caraku menemukan arah di antara lautan kelabu ini? Nyaris tak ada yang tersisa di Distrik 12. Sebulan lalu, bom-bom Capitol memusnahkan rumah-rumah kumuh milik penambang batu bara di wilayah Seam, toko-toko di kota, bahkan Gedung Pengadilan. Satu-satunya tempat yang lolos dari jilatan api adalah Desa Pemenang. Aku tidak tahu alasannya. Mungkin agar siapa pun yang terpaksa datang kemari untuk urusan Capitol punya tempat yang layak untuk tinggal. Reporter yang aneh itu. Komite yang menilai kondisi tambang-tambang batu bara. Pasukan Penjaga Perdamaian yang memeriksa apakah ada pengungsi yang kembali. Tapi tak ada seorang pun yang kembali kecuali aku. Dan ini pun hanya kunjungan singkat.

Para pejabat di Distrik 13 menentang kepulanganku. Mereka menganggapnya sebagai perjalanan yang mahal dan tak ada gunanya, mengingat paling tidak ada dua belas pesawat ringan yang berputar-putar di atas untuk melindungiku padahal tidak ada manfaat intelijen yang bisa diperoleh. Namun, aku harus  melihatnya sendiri. Saking pentingnya kepulanganku ini sampai aku menjadikannya syarat agar aku mau bekerja sama mengikuti rencana-rencana mereka. Akhirnya. Plutarch Heavensbee, kepala Juri Pertarungan yang telah mengorganisir para pemberontak di Capitol, menyerah. “Biarkan dia pergi. Lebih baik menghabiskan waktu satu hari daripada satu bulan lagi. Mungkin tur ke Dua Belas memang diperlukan untuk meyakinkannya bahwa kita berada di pihak yang sama.”

dan ADSENSE Link Ads 200 x 90

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Suzanne Collins -3- Mockingjay"

Posting Komentar